Perhimpunan Bangsa Cina, Juli 2016

Menyingkap Rahasia Ledakan Ilahi di Perhimpunan Bangsa Cina 2016

12 Juli 2016: Leadership Pre-Gathering
Keluarga-keluarga dari Korea, Jepang, Taiwan, China dan negara-negara lain telah saling mengenal satu dengan yang lain di sesi pagi dan siang hari saat pertemuan kepemimpinan. Kami berbagi dari hari ke hati dan menyadari bahwa sepanjang perjalanan 10 tahun ini kami telah mengalami Tuhan secara luar biasa dan kami semakin bebas. Ini adalah keputusan yang terbaik yang pernah kami buat dan semuanya seakan layak. Tidak ada lagi ada pembatas diantara kami, kami membariskan diri dengan Allah Bapa dan menjadi keluarga yang sejati.

Kemudian David (Baca: David Demian Pemimpin Watchmen.org) membagikan. Dia mulai berjalan dengan orang-orang China sejak tahun 2006 dan ini adalah tahun ke-10. 10 adalah angka percobaan dan juga hari ke 10 di loteng Yerusalem, begitu dia berkata.

“Saya belum pernah kembali ke Mesir selama 20 tahun. Akhir-akhir ini saat saya kembali kesana, Tuhan bertanya kepadaku, ‘Ini saatnya penggenapan. Apa kamu mau menjadi gila untukKu? Apakah kamu mau merelakan zona nyamanmu dan hidup seturut kehedendakKu, bahkan sampai resiko mati?’”

Di acara Pre-Gathering di sore hari, kami melalui proses tangisan, menangis dan melahirkan. Ini adalah jeritan dalam roh yang melebihi kata-kata dan pemahaman kami. Kami merasakan bahwa ini bukan hanya sekedar pertemuan Homecoming Gathering belaka. Ini adalah waktunya penggenapan. Janji-janjinya akan dinyatakan. Dan biarlah mata roh kami terbuka untuk melihat yang tidak kelihatan, sehingga kami dapat dipimpin sepenuhnya oleh Roh Kudus dan menjadi gila bagi Dia lebih lagi!

13 Juli 2016: Gathering Day 1
Kami melanjutkan momentum dari malam sebelumnya dan menari bersama saat acara pre-gathering pagi hari. Saat akan menjelang akhir ibadah, kami berdiri dalam lingkaran dan bergandengan tangan bersama. Kami mendeklarasikan bahwa kesatuan diantara orang China akan membawa benteng persatuan di bangsa-bangsa kita dan akan memuaskan hati Allah Bapa. Keluarga-keluarga dari Taiwan, Hong Kong dan China kemudian datang bersama di satu panggung untuk membagikan perjalanan mereka sejak 2001.

Sesi utama dimulai pada malam hari. Sekitar 10.000 orang dari 26 wilayah datang bersama-sama untuk menyembah Tuhan. roh pembebasan berkuasa. Pastor Eddie Ma ( Pemimpin Dari Incubator Ministry, Bapa Rohani Keluarga Hongkong) berkata bahwa ini adalah ibadah paling liar yang pernah dia lihat. Pastor Nathaniel Chow (Bapa rohani dari Taiwan Family) membagikan bagaimana dia menemukan jalur untuk kembali pulang, bagaimana dia belajar untuk menjadi anak dan bapak sebagaimana dia berjalan dengan keluarga. Dia berubah selama perjalanan itu dan melihat orang dengan cara yang berbeda.

Anaknya Pastor Jonathan Chow juga membagikan hatinya. Dia dulu berpikir bahwa ayahnya bisa menjadi ayah yang baik. Dia berhenti menjadi seorang anak karena adanya intimidasi kritik didalam hatinya yang membuat dia tertutup. Bukan masalah ada pada ayahnya, tapi pada anaknya. Hingga beberapa tahun terakhir, saat dia dijamah oleh kasih Allah Bapa, dia tidak lagi mengharapkan kesempurnaan dari ayahnya. Apa yang telah dijanjkan di kitab Maleakhi 4:5-6 tidak dapat terpenuhi sampai hati bapa dan anak kembali satu dengan yang lain.

14 Juli 2016: Gathering Day 2
Chinese Homecoming tidak hanya soal orang China. Pada momen ini, Tuhan menggunakan orang-orang China untuk membawa efek domino yang akan berdampak pada bangsa-bangsa. Bagaimanapun, kita harus bergabung dalam kesatuan diantara suku-suku kita, termasuk China Han dan suku asli Taiwan dan China Han dengan suku-suku minoritas di China.

Dengan demikian kami telah menghabiskan sehari penuh berbagi mengenai luka yang mendalam yang dirasakan sepanjang sejarah dinatara suku-suku di China. Kami telah menyakiti dan disakit. Bagaimanapun, dalam tempat yang aman, kami dapat mengekspresikan dan memaafkan dan dalam kasihNya, kami telah sembuh.

Para suku-suku asli Taiwan memimpin kami dalam penyembahan.

“Ada satu tubuh diantara suku-suku China, kami disatukan menjadi 1 keluarga. Kami merapatkan diri dengan Tuhan dalam era baru dan menyembah Tuhan dihadapan tahtaNya. Kami sudah pulang! Allah Bapa telah menyembuhkan kami dan Dia berkata, saya telah menunggu momen ini sangat lama”

15 Juli 2016: Gathering Day 3
Pagi ini kami mendengar dari keluarga China di luar negeri. Karena berbeda dalam penampilan dan bahasa, mereka tinggal di tanah asing selama beberapa generasi. Siapa sebenarnya suku minoritas? Sebenarnya luka yang sama dari semua umat manusia sejak kami terpisahkan dari Tuhan. tidak heran kami telah menyebrangi Sungai Yordan dan masuk ke Tanah PerjanjianNya.

Di mimbar, Pastor Eddie Ma memeluk Daniel, yang terakhir yang membagikan perjalanan dan menangis. Suara tangisan tercampur aduk dan kami bersama-sama menyanyi “Satu dunia, satu langit; kami semua berada dibawah matahari, bulan bintang yang sama. Di tempat ini kami bernyanyi bersama-sama: Kasih Tuhan beserta umatNya.

Kasih karunia Allah mengisi dunia ini dan percikan api cinta melebihi warna kulit dan bahasa kami yang berbeda. Englaulah Tuhan dan kasihMu sempurna…” Siapapun yang tidak terjamah dengan kasih Tuhan masih yatim dan sekarang hati mereka dipulihkan.

Di siang hari, ada 20 perwakilan dari China, Taiwan, suku-suku asli, suku-suku minoritas dan orang-orang China dari luar negeri membasuh kaki satu dengan yang lain dan mendeklarasikan kesatuan dan menyalakan lilin kesatuan. Kemudian kami bergabung bersama dalam penyembahan dan deklarasi. Ada api di seluruh tempat!

Sesi malam harinya adalah sesi untuk para pemuda. Dalam kenyamanan keluarga, mereka membagikan perjuangan mereka atas identitas, hubungan dengan orang tuanya, kepahitan diri namun 1 kata hikmat melepaskan kami semua.

16 Juli 2016: Gathering Day 4
Kami memiliki waktu berbagi yang luar biasa di hari sebelumnya, tapi tidak satupun ingat apa yang mereka bagikan. Semuanya dipimpin oleh Roh Kudus.

Ini adalah penjebolan signifikan yang lain dalam perjalanan Homecoming, sebuah akumulasi dari perjalanan bersama dan waktu Tuhan yang makin dekat. Para penari menari dengan sekuat tenaga mereka di mimbar.

3 diantaranya memegang globe yang melambangkan umat Allah diseluruh dunia. Saudara laki-laki dan perempuan mengangkat tangan mereka dan mendeklarasi “Kau akan menerima warisan; mulai dari hatiku.”

Singa dari Yehuda digambarkan di background panggung dan hati kami trenyuh dalam musik dan kami mendedikasikan diri kepada Tuhan dalam kesatuan. Kami menyembah dari jam 21.30 hingga 23.00 dan Tuhan layak dipermuliakan . Ukupan dinaikan dan kami rasakan sebagaimana kami berada di tahta kudusNya.

Ada sekitar 10.000 yang hadir memenuhi arena pertemuan dan 35.000 livestream. Dalam sesi terakhir, David Demian merangkum dan membagikan perjalanan keluarga secara keseluruhan, dari Taiwan ke Hong Kong, Jerman, Jepang, Korea, Israel dan ceritanya panjang sekali untuk diceritakan. Percikan api ini akan terus berlanjut hingga hari Maranatha, Tuhan Yesus datang kedua kalinya.

***

Tribes atau suku-suku adalah pesan kuat yang lahir dari Chinese Homecoming 2016. Bukan hanya bangsa-bangsa harus menyelaraskan diri, tapi suku-suku di seluruh dunia mulai diselaraskan oleh Tuhan.

Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. (Wah. 5:9)

Pesan ini telah dikonfirmasi oleh keluarga-keluarga dari Singapore, Malaysia, Indonesia, dan Brunei yang ketika dalam Nations Gathering di Johor Baru 1-3 Agustus 2016 mendapat pesan yang sama, TRIBE.

Tidak ada satu bangsa pun yang dilewatkan Tuhan, Tuhan sedang menyelaraskan bangsa-bangsa, menyiapkan mempelaiNya. Bersiaplah!